Pajak Kendaraan Bermotor: Cara Bayar & Syarat Lengkap

pajak kendaraan bermotor

Pajak Kendaraan Bermotor: Cara Bayar & Syarat Lengkap

“Pajak Kendaraan Bermotor” (PKB) is a tax levied on the ownership of motorized vehicles, including cars, motorcycles, trucks, and buses, in Indonesia. It serves as a source of revenue for the government and is used to finance various public services, such as infrastructure development, education, healthcare, and social welfare programs.

The importance of PKB lies in its contribution to the financial stability of the nation. This tax revenue is vital for funding critical government projects, ensuring the smooth operation of public services, and promoting sustainable economic growth. Furthermore, PKB plays a role in promoting road safety by encouraging vehicle owners to maintain their vehicles in good condition, reducing the likelihood of accidents and road hazards.

Understanding the intricacies of PKB is essential for navigating the legal and financial obligations associated with vehicle ownership in Indonesia. This article will delve into various aspects of PKB, exploring its history, current regulations, payment procedures, and potential implications for vehicle owners.

Pajak Kendaraan Bermotor

Memahami “pajak kendaraan bermotor” (PKB) berarti memahami sistem pajak yang diterapkan untuk kendaraan bermotor di Indonesia. Aspek-aspek utama PKB menjadi fondasi untuk mengelola kepemilikan kendaraan dan tanggung jawab pajak yang menyertainya.

  • Dasar Hukum: Peraturan pemerintah dan undang-undang
  • Jenis Kendaraan: Mobil, motor, truk, bus
  • Besaran Pajak: Tergantung jenis kendaraan dan daerah
  • Masa Berlaku: Biasanya per tahun, perlu diperpanjang
  • Cara Pembayaran: Kantor Samsat, online, bank
  • Manfaat: Pendapatan daerah, infrastruktur

Aspek-aspek ini terjalin erat dalam sistem PKB. Misalnya, dasar hukum mengatur jenis kendaraan yang dikenakan PKB dan besarnya pajak. Masa berlaku pajak menentukan kapan harus membayar, sementara cara pembayaran memberikan opsi yang fleksibel. Penting untuk memperhatikan semua aspek ini agar dapat mematuhi kewajiban pajak kendaraan bermotor dan berkontribusi pada pembangunan.

Dasar Hukum: Peraturan pemerintah dan undang-undang

“Dasar hukum” yang berupa peraturan pemerintah dan undang-undang merupakan fondasi yang mengatur sistem “pajak kendaraan bermotor” di Indonesia. Hukum ini berperan sebagai pedoman bagi pemerintah, lembaga pajak, dan pemilik kendaraan dalam menjalankan kewajiban dan hak terkait pajak kendaraan.

Aturan-aturan ini menentukan jenis kendaraan yang dikenakan pajak, besaran pajak, masa berlaku, prosedur pembayaran, dan sanksi bagi pelanggar. Tanpa dasar hukum yang jelas, sistem PKB akan menjadi tidak terstruktur, menyebabkan ketidakpastian dan potensi penyalahgunaan.

Contohnya, UU Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah memberikan landasan bagi pemerintah daerah untuk menetapkan peraturan daerah (perda) mengenai PKB. Perda ini kemudian mengatur secara detail mekanisme PKB di wilayah tertentu, termasuk tarif pajak, masa berlaku, dan prosedur pembayaran.

Memahami “dasar hukum” PKB penting bagi pemilik kendaraan untuk memenuhi kewajiban pajak dan menghindari sanksi. Pengetahuan ini juga membantu pemilik kendaraan untuk memperjuangkan hak-hak mereka jika terjadi sengketa terkait PKB.

Jenis Kendaraan: Mobil, motor, truk, bus

“Jenis Kendaraan” merupakan faktor penentu dalam sistem “pajak kendaraan bermotor”. Berdasarkan jenisnya, kendaraan diklasifikasikan ke dalam beberapa kategori, seperti mobil, motor, truk, dan bus. Klasifikasi ini menjadi dasar penetapan besaran pajak yang dikenakan pada setiap kendaraan.

  • Kategori Kendaraan

    Pembagian kendaraan berdasarkan jenisnya memungkinkan pemerintah untuk menetapkan tarif pajak yang sesuai dengan karakteristik dan fungsi setiap kategori. Mobil, motor, truk, dan bus memiliki perbedaan dalam hal kapasitas mesin, jumlah penumpang, dan daya angkut, yang berpengaruh pada tingkat konsumsi bahan bakar dan potensi dampak terhadap infrastruktur jalan.

  • Tarif Pajak Berbeda

    Setiap kategori kendaraan memiliki tarif pajak yang berbeda. Mobil biasanya dikenakan tarif pajak yang lebih tinggi dibandingkan motor, karena kapasitas mesin yang lebih besar dan konsumsi bahan bakar yang lebih tinggi. Truk dan bus, yang memiliki fungsi komersial, juga dikenakan tarif pajak yang lebih tinggi karena dampaknya terhadap infrastruktur jalan dan penggunaan jalan yang lebih intens.

  • Efisiensi dan Keadilan

    Penerapan tarif pajak yang berbeda berdasarkan jenis kendaraan bertujuan untuk menciptakan sistem pajak yang lebih efisien dan adil. Kendaraan dengan kapasitas dan daya angkut yang lebih besar, yang cenderung memberikan dampak yang lebih besar terhadap infrastruktur jalan dan lingkungan, dikenakan pajak yang lebih tinggi. Sebaliknya, kendaraan dengan kapasitas dan daya angkut yang lebih kecil, seperti motor, dikenakan pajak yang lebih rendah.

Pembagian jenis kendaraan dan penerapan tarif pajak yang sesuai merupakan bagian integral dari sistem “pajak kendaraan bermotor” yang bertujuan untuk mendistribusikan beban pajak secara adil, mendorong efisiensi, dan mengoptimalkan pendapatan daerah untuk pembangunan infrastruktur dan layanan publik.

Besaran Pajak: Tergantung jenis kendaraan dan daerah

“Besaran Pajak” merupakan salah satu aspek penting dalam sistem “pajak kendaraan bermotor” (PKB) di Indonesia. Penerapannya yang dipengaruhi oleh jenis kendaraan dan wilayah di mana kendaraan tersebut didaftarkan, mencerminkan sistem pajak yang adaptif dan mempertimbangkan kondisi serta kebutuhan di setiap daerah.

  • Jenis Kendaraan

    Besaran pajak dibedakan berdasarkan jenis kendaraan. Mobil dengan kapasitas mesin yang lebih besar dan konsumsi bahan bakar yang lebih tinggi, seperti mobil mewah, umumnya dikenakan pajak yang lebih tinggi dibandingkan dengan mobil kecil atau kendaraan bermotor roda dua. Hal ini mencerminkan kontribusi yang berbeda dari setiap jenis kendaraan terhadap konsumsi bahan bakar, polusi, dan tingkat kerusakan infrastruktur jalan.

  • Daerah

    Selain jenis kendaraan, besaran pajak juga dipengaruhi oleh daerah di mana kendaraan didaftarkan. Pemerintah daerah memiliki kewenangan untuk menetapkan tarif pajak yang disesuaikan dengan kondisi lokal, seperti tingkat kepadatan penduduk, infrastruktur jalan, dan tingkat ekonomi. Misalnya, di daerah dengan tingkat kepadatan penduduk yang tinggi, tarif pajak kendaraan bermotor mungkin lebih tinggi untuk mengendalikan jumlah kendaraan yang beroperasi dan mengurangi kemacetan lalu lintas.

  • Keadilan dan Efisiensi

    Sistem pajak yang mempertimbangkan jenis kendaraan dan daerah, bertujuan untuk menciptakan sistem yang adil dan efisien. Kendaraan yang memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap penggunaan infrastruktur dan dampak lingkungan, seperti kendaraan besar dan mewah, dikenakan pajak yang lebih tinggi. Sementara itu, daerah dengan kebutuhan infrastruktur yang lebih tinggi, seperti daerah dengan kepadatan penduduk tinggi, dapat menetapkan tarif pajak yang lebih tinggi untuk mendanai proyek pembangunan infrastruktur.

  • Kepatuhan dan Transparansi

    Penerapan besaran pajak yang transparan dan mudah dipahami oleh masyarakat sangat penting untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak. Informasi tentang tarif pajak, prosedur pembayaran, dan mekanisme penetapan besaran pajak perlu dipublikasikan secara mudah diakses oleh masyarakat. Hal ini akan membantu membangun kepercayaan masyarakat terhadap sistem PKB dan mendorong mereka untuk memenuhi kewajiban pajak mereka dengan kesadaran penuh.

“Besaran Pajak” yang diatur berdasarkan jenis kendaraan dan wilayah merupakan bagian penting dari sistem “pajak kendaraan bermotor” yang bertujuan untuk menciptakan sistem pajak yang adil, efisien, dan transparan. Pengetahuan tentang besaran pajak dan faktor-faktor yang mempengaruhinya akan membantu pemilik kendaraan dalam memahami kewajiban pajak mereka dan berkontribusi pada pembangunan infrastruktur dan layanan publik di daerah mereka.

Masa Berlaku: Biasanya per tahun, perlu diperpanjang

“Masa Berlaku” dalam konteks “pajak kendaraan bermotor” merupakan periode waktu di mana kewajiban pajak atas kendaraan bermotor telah dipenuhi. Masa berlaku biasanya ditetapkan selama satu tahun dan perlu diperpanjang setiap tahunnya untuk memastikan kendaraan tetap terdaftar dan sah untuk beroperasi di jalan raya. Masa berlaku pajak kendaraan merupakan komponen penting dalam sistem “pajak kendaraan bermotor” yang memiliki beberapa implikasi:

Pertama, masa berlaku pajak menjamin bahwa kendaraan yang beroperasi di jalan raya telah memenuhi kewajiban pajak yang diamanatkan oleh peraturan pemerintah. Dengan memperpanjang masa berlaku pajak, pemilik kendaraan membuktikan bahwa mereka telah memberikan kontribusi finansial untuk mendukung pembangunan infrastruktur dan layanan publik di daerah mereka. Hal ini membantu pemerintah dalam mengumpulkan pendapatan yang diperlukan untuk membiayai berbagai program pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur, seperti pembangunan jalan, jembatan, dan fasilitas transportasi lainnya.

Kedua, masa berlaku pajak kendaraan bermotor membantu dalam proses pengendalian dan pengawasan terhadap kendaraan yang beroperasi di jalan raya. Melalui masa berlaku pajak, pemerintah dapat melacak dan memantau kendaraan yang telah terdaftar dan memenuhi kewajiban pajak. Hal ini memungkinkan pemerintah untuk mengidentifikasi dan menindak kendaraan yang tidak terdaftar atau tidak memiliki masa berlaku pajak yang sah.

Ketiga, masa berlaku pajak kendaraan bermotor juga berperan penting dalam menjaga keamanan dan keselamatan di jalan raya. Kendaraan yang memiliki masa berlaku pajak yang sah biasanya telah melalui proses pemeriksaan dan dinyatakan laik jalan. Hal ini membantu dalam mengurangi risiko kecelakaan dan meningkatkan kualitas keselamatan di jalan raya.

Sebagai contoh, bayangkan sebuah mobil yang tidak memiliki masa berlaku pajak yang sah. Mobil tersebut berpotensi melanggar aturan lalu lintas dan berisiko disita oleh petugas kepolisian. Selain itu, mobil tersebut juga berpotensi tidak laik jalan dan membahayakan keselamatan pengendara dan pengguna jalan lainnya.

Oleh karena itu, penting bagi pemilik kendaraan untuk memahami dan mematuhi “masa berlaku” pajak kendaraan bermotor mereka. Memperpanjang masa berlaku pajak secara tepat waktu membantu memastikan bahwa kendaraan tetap sah untuk beroperasi di jalan raya, meminimalkan risiko pelanggaran hukum, dan berkontribusi pada pembangunan infrastruktur dan keselamatan di jalan raya.

Cara Pembayaran: Kantor Samsat, online, bank

“Cara Pembayaran” merupakan aspek penting dalam sistem “pajak kendaraan bermotor” (PKB) di Indonesia. Kemudahan dan fleksibilitas dalam proses pembayaran pajak memiliki dampak signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak dan efisiensi sistem PKB.

  • Kantor Samsat

    Kantor Samsat merupakan tempat tradisional untuk melakukan pembayaran PKB. Pembayaran dilakukan secara langsung di kantor Samsat dengan menggunakan uang tunai atau kartu debit/kredit. Kantor Samsat umumnya ramai, terutama pada periode tertentu seperti menjelang jatuh tempo masa berlaku pajak. Meskipun memerlukan waktu dan tenaga ekstra, metode ini masih banyak digunakan oleh masyarakat yang kurang familiar dengan teknologi atau lebih suka melakukan pembayaran secara langsung.

  • Pembayaran Online

    Pembayaran PKB secara online telah semakin populer, menawarkan kemudahan dan efisiensi. Melalui platform online seperti website atau aplikasi mobile, pemilik kendaraan dapat membayar pajak tanpa harus mengunjungi kantor Samsat. Pembayaran online umumnya dilakukan dengan menggunakan transfer bank atau e-wallet. Kemudahan akses dan waktu pembayaran yang fleksibel membuat pembayaran online menjadi pilihan yang menarik, terutama bagi pemilik kendaraan yang sibuk atau berada di luar daerah.

  • Bank

    Pembayaran PKB melalui bank merupakan metode pembayaran yang praktis dan mudah diakses oleh sebagian besar masyarakat. Pemilik kendaraan dapat membayar PKB melalui teller bank, ATM, atau mobile banking. Bank umumnya memiliki jaringan yang luas dan bekerja sama dengan Samsat dalam menyediakan layanan pembayaran PKB. Metode ini memberikan fleksibilitas waktu dan tempat bagi pemilik kendaraan untuk melakukan pembayaran.

Ketiga cara pembayaran tersebut mencerminkan perkembangan teknologi dan adaptasi sistem PKB dalam memberikan kemudahan bagi wajib pajak. Pilihan pembayaran yang beragam mendorong kepatuhan wajib pajak, meningkatkan efisiensi proses pembayaran, dan meminimalkan potensi penundaan atau pelanggaran pembayaran. Sebagai contoh, pembayaran online dapat membantu pemilik kendaraan yang berdomisili di luar daerah untuk membayar PKB tanpa harus pulang kampung.

Manfaat: Pendapatan daerah, infrastruktur

“Pajak Kendaraan Bermotor” (PKB) merupakan sumber pendapatan penting bagi daerah. Dana yang diperoleh dari PKB digunakan untuk membiayai berbagai proyek pembangunan infrastruktur, seperti pembangunan jalan, jembatan, dan fasilitas transportasi lainnya. Peningkatan infrastruktur memiliki dampak positif bagi perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat.

  • Pendapatan Daerah

    PKB merupakan salah satu sumber pendapatan daerah yang signifikan. Pendapatan yang diperoleh dari PKB digunakan untuk membiayai berbagai program dan proyek pembangunan di daerah, termasuk pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan sosial. Dengan demikian, PKB berperan penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendorong kemajuan ekonomi daerah.

  • Infrastruktur

    Dana PKB yang terkumpul digunakan untuk membiayai pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur di daerah, seperti jalan, jembatan, terminal, dan pelabuhan. Infrastruktur yang baik sangat penting bagi pertumbuhan ekonomi, meningkatkan konektivitas, dan memudahkan akses masyarakat terhadap layanan publik. Contohnya, pembangunan jalan tol dapat mempercepat transportasi barang dan jasa, meningkatkan efisiensi distribusi, dan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.

  • Kesejahteraan Masyarakat

    Peningkatan infrastruktur, yang dibiayai dari pendapatan PKB, memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat. Akses yang mudah terhadap layanan publik, seperti pendidikan, kesehatan, dan transportasi, dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Contohnya, pembangunan rumah sakit di daerah terpencil dapat meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan, sementara pembangunan sekolah dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan kesempatan kerja di masa depan.

  • Pertumbuhan Ekonomi

    Peningkatan infrastruktur, yang dibiayai dari PKB, dapat meningkatkan daya saing daerah dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Infrastruktur yang memadai dapat mempermudah akses ke pasar, meningkatkan efisiensi produksi, dan menarik investasi. Sebagai contoh, pembangunan pelabuhan dapat meningkatkan akses ke pasar global, mendorong ekspor, dan menciptakan lapangan kerja baru.

Dengan demikian, PKB bukan hanya kewajiban pajak bagi pemilik kendaraan bermotor, tetapi juga merupakan kontribusi penting bagi pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat. Melalui PKB, pemerintah daerah dapat mengumpulkan dana yang diperlukan untuk membiayai pembangunan infrastruktur yang berdampak positif bagi perekonomian daerah dan kualitas hidup masyarakat.

Pertanyaan Umum Mengenai Pajak Kendaraan Bermotor

Bagian ini akan membahas pertanyaan umum yang sering muncul seputar “pajak kendaraan bermotor” (PKB) di Indonesia. Informasi ini bertujuan untuk memberikan penjelasan yang lebih detail dan membantu Anda memahami sistem PKB dengan lebih baik.

Pertanyaan 1: Apa saja jenis kendaraan yang dikenakan PKB?

PKB dikenakan pada semua jenis kendaraan bermotor yang beroperasi di jalan raya, termasuk mobil, motor, truk, bus, dan kendaraan khusus seperti alat berat. Jenis kendaraan menentukan tarif pajak yang dikenakan.

Pertanyaan 2: Bagaimana cara mengetahui besaran PKB yang harus saya bayarkan?

Besaran PKB ditentukan oleh jenis kendaraan, tahun pembuatan, dan daerah di mana kendaraan didaftarkan. Informasi mengenai tarif pajak dapat diperoleh melalui website resmi Samsat atau dengan menghubungi kantor Samsat setempat.

Pertanyaan 3: Kapan saya harus membayar PKB?

Masa berlaku PKB biasanya satu tahun. Pembayaran PKB harus dilakukan sebelum masa berlaku pajak berakhir. Pemilik kendaraan akan menerima surat pemberitahuan pajak terutang (SPPT) yang berisi informasi mengenai tanggal jatuh tempo pembayaran.

Pertanyaan 4: Apa saja sanksi jika saya terlambat membayar PKB?

Jika PKB terlambat dibayarkan, pemilik kendaraan akan dikenakan denda. Denda dihitung berdasarkan jumlah hari keterlambatan dan besaran pajak. Selain denda, kendaraan juga dapat diblokir dan tidak dapat diurus perpanjangan STNK-nya.

Pertanyaan 5: Bagaimana cara saya membayar PKB?

Pembayaran PKB dapat dilakukan di kantor Samsat, melalui bank, atau secara online. Pembayaran online dapat dilakukan melalui website resmi Samsat atau aplikasi mobile.

Pertanyaan 6: Apa manfaat PKB bagi masyarakat?

Pendapatan PKB digunakan untuk membiayai pembangunan infrastruktur di daerah, seperti jalan, jembatan, dan fasilitas transportasi lainnya. Infrastruktur yang baik meningkatkan konektivitas, mobilitas, dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Memahami sistem PKB penting bagi setiap pemilik kendaraan. Dengan memahami kewajiban pajak, prosedur pembayaran, dan manfaatnya, pemilik kendaraan dapat memenuhi kewajiban mereka dan mendukung pembangunan daerah.

Bagian selanjutnya akan membahas tentang sejarah PKB dan perkembangannya di Indonesia.

Tips Membayar Pajak Kendaraan Bermotor

Membayar pajak kendaraan bermotor (PKB) merupakan kewajiban setiap pemilik kendaraan bermotor di Indonesia. Ketepatan dalam memenuhi kewajiban ini tidak hanya penting untuk menghindari denda dan sanksi, tetapi juga berperan penting dalam mendukung pembangunan infrastruktur dan layanan publik di daerah. Artikel ini menyajikan beberapa tips praktis untuk membantu Anda dalam memenuhi kewajiban pajak kendaraan bermotor dengan mudah dan efisien.

Tip 1: Periksa Masa Berlaku Pajak

Pastikan Anda mengetahui tanggal jatuh tempo pembayaran pajak kendaraan. Pemilik kendaraan akan menerima Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) yang berisi informasi mengenai masa berlaku pajak dan tanggal jatuh tempo pembayaran. Anda juga dapat memeriksa masa berlaku pajak melalui website resmi Samsat atau aplikasi mobile. Hindari keterlambatan dalam pembayaran untuk menghindari denda dan sanksi.

Tip 2: Manfaatkan Pembayaran Online

Pembayaran PKB secara online semakin mudah dan praktis. Banyak platform online yang tersedia, seperti website resmi Samsat atau aplikasi mobile, yang memungkinkan Anda untuk membayar pajak tanpa harus mengunjungi kantor Samsat. Pembayaran online umumnya dilakukan melalui transfer bank atau e-wallet. Pilih metode pembayaran online yang paling sesuai dengan preferensi Anda.

Tip 3: Gunakan Fasilitas Samsat Drive Thru

Kantor Samsat di berbagai daerah telah menyediakan fasilitas Samsat Drive Thru yang memungkinkan Anda untuk membayar PKB tanpa harus turun dari kendaraan. Fasilitas ini sangat praktis, terutama bagi Anda yang tidak memiliki banyak waktu.

Tip 4: Siapkan Dokumen yang Diperlukan

Sebelum melakukan pembayaran, pastikan Anda telah menyiapkan dokumen yang diperlukan, seperti STNK dan KTP. Dokumen ini diperlukan untuk proses verifikasi dan pembayaran pajak.

Tip 5: Manfaatkan Layanan Samsat Keliling

Samsat Keliling merupakan layanan yang disediakan untuk mempermudah masyarakat dalam membayar PKB. Layanan Samsat Keliling umumnya beroperasi di tempat-tempat ramai seperti pusat perbelanjaan atau pasar. Manfaatkan layanan ini jika Anda tidak sempat mengunjungi kantor Samsat.

Tip 6: Simpan Bukti Pembayaran

Pastikan Anda menyimpan bukti pembayaran PKB sebagai bukti bahwa Anda telah memenuhi kewajiban pajak. Bukti pembayaran dapat berupa struk pembayaran, tanda terima, atau screenshot pembayaran online. Simpan bukti pembayaran dengan baik untuk menghindari masalah di kemudian hari.

Dengan menerapkan tips-tips di atas, Anda dapat memenuhi kewajiban pajak kendaraan bermotor dengan mudah dan efisien. Ketepatan dalam membayar pajak tidak hanya membantu dalam mendukung pembangunan daerah, tetapi juga menjamin kelancaran operasional kendaraan Anda dan menghindari denda dan sanksi.

Selanjutnya, artikel ini akan membahas tentang sejarah PKB dan perkembangannya di Indonesia.

Kesimpulan

Artikel ini telah mengeksplorasi berbagai aspek penting “pajak kendaraan bermotor” (PKB) di Indonesia, dari dasar hukum hingga manfaatnya bagi masyarakat. PKB tidak hanya merupakan kewajiban finansial bagi pemilik kendaraan, tetapi juga merupakan instrumen vital yang mendukung pembangunan infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat. Pembahasan mencakup jenis kendaraan yang dikenakan pajak, tarif pajak, masa berlaku, cara pembayaran, dan manfaatnya. Sistem PKB yang adaptif dan transparan terbukti menciptakan keseimbangan antara kewajiban pemilik kendaraan dan kebutuhan pemerintah dalam memperoleh pendapatan untuk mendukung pembangunan dan pelayanan publik.

Memahami sistem PKB merupakan langkah penting bagi pemilik kendaraan untuk memenuhi kewajiban pajak dan berkontribusi pada pembangunan. Membayar pajak tepat waktu, memanfaatkan layanan online, dan memahami manfaat PKB meningkatkan kesadaran dan kepatuhan wajib pajak. Sistem PKB yang berkelanjutan dan transparan akan mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan menjamin kelancaran transportasi di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *